Sunday, October 21, 2012

Syarat dan ketentuan qurban

KEUTAMAAN QURBAN
“ Tidak ada amal yang dikerjakan oleh seseorang pada hari Nahr/Idul Adha
yang lebih dicintai oleh Allah dari pada menyembelih qurban “
(HR.Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Hukum berqurban
Sunnah Muakkadah, dan makruh meninggalkan bagi yang mampu. Sedangkan Abu Hanafiyah menghukuminya wajib.
ORANG YANG ENGGAN BERQURBAN
“Barang siapa yang mempunyai keleluasaan harta dan tidak berqurban, janganlah mendekat musholla kami.“ (HR.Ahmad dan Ibnu Majah)
Syarat Berqurban
1. Syarat Wajib :
  • Islam
  • Baligh
  • Berakald
  • Mukim ( pendapat Abu Hanifah)
2. Syarat Sah :
  • Terbebasnya hewan qurban dari cela.
  • Dilakukan pada waktunya.
  • Penyembelihnya seorang muslim.
Hewan Qurban
1. Jenisnya:
  • Unta.
  • Sapi/kerbau.
  • Kambing.
2. Umurnya :
  • Unta : 5 tahun penuhb.
  • Sapi/kerbau : 2 tahun penuhc.
  • Kambing : 1 tahun penuh3.
3. Kadarnya :
  • Unta dan Sapi : untuk 7 orang.
  • Kambing : untuk 1 orang.
4. Sifatnya
Terbebas dari cela/sifat berikut :
  • Hilang sebelah matanya
  • Sakit kronis.
  • Pincang.
  • Sangat kurus

Nabi bersabda: “Empat sifat yang tidak diperkenankan ada pada hewan qurban : yang tidak berfungsi salah satu matanya, yang sakit kronis, yang pincang salah satu kakinya dan yang sangat kurus.“ (HR.Tirmidzi).
Waktu MENYEMBELIH QurbAN
“Yang pertama kita lakukan hari ini/Idul Adha ialah sholat dan kembali kemudian menyembelih qurban, maka barang siapa yang melakukan demikian, telah sesuai dengan sunnah kami dan barang siapa yang menyembelih sebelum itu maka itu adalah daging yang diperuntukkan bagi keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan berqurban.“ (HR. Bukhari dan Muslim).
Awal dan akhir waktu qurban
Jumhur Ulama : Sesudah sholat dan khutbah Id dan berlangsung hingga 2 hari setelah hari Nahr/Id.Hanafiyah : Dimulai dengan datangnya waktu sholat shubuh dan berlangsung hingga 2 hari setelah hari Nahr.
Syafi’iyyah : Sesudah sholat dan khutbah Id dan berakhir hingga akhir hari tasyriq (3 hari setelah hari Id).
sunnah menyembelih
  1. Tidak memotong rambut dan kuku ketika memasuki bulan Dzulhijjah hingga memotong qurban.
  2. Mempertajam pisau.
  3. Menyembelih sendiri atau kalau tidak mungkin, mewakilkan kepada orang lain.
  4. Menyaksikan proses penyembelihan.
  5. Menghadapkan hewan kearah kiblat pada saat disembelih dengan membaca :
بسم الله الله اكبر اللهم هدا منك و لك
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu.“
Hukum daging qurban
  1. Diperkenankan bagi yang berqurban untuk makan daging hewan qurbannya dan menyimpannya. “Makanlah, berilah makan dan simpanlah.“ (HR. Bukhari dan Muslim) .
  2. Dianjurkan dalam pembagian dagingnya sebagai berikut : sepertiga untuk dimakan/disimpan, sepertiga untuk di hadiahkan dan sepertiga untuk dishodaqohkan. “Dan hendaknya diberikan kepada keluarganya sepertiga, tetangganya yang miskin sepertiga dan dishodaqohkan kepada yang meminta sepertiga “ (HR. Hafidz Abu Musa) .
  3. Tidak diperkenankan untuk menjual kulitnya. “Barang siapa menjual kulit qurban maka tidaklah sah qurbannya.“ (HR.Hakim dan Baihaqi).
  4. Tidak diperkenankan untuk membayar penyembelih dengan daging qurban atau kulitnya. “Berkata Ali bin Abi Tholib : Aku diperintahkan Rasulullah saw untuk mengurus qurbannya dan membagi kulitnya… dan aku dilarang untuk memberi penyembelih sebagian darinya sebagai upah“, beliau melanjutkan : “kami memberinya dari bagian kami “ (HR. Bukhari dan Muslim).
Wallahu a’lam bisshawab!

Baca juga Postingan-postingan berikut ini ya :
1. Berapa lama anda hidup?
2. Hidup Bukanlah kertas
3. Mari bicarakan ide bukan gosip
4. Keadaan terpuruk bukanlah buruk
5. Ambisi dan mimpi adalah samudra
6. Jangan takut mati
7. Engkau berada dalam kelalaian yang besar
8. Keutamaan tauhid
9. Tidak mungkin.. Muhammad pasti menggunakan microscop
10. Hukum tato dalam islam
Semoga postingan-postingan saya ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kita semua amin. 

readmore »»  

Saturday, October 20, 2012

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Anggito Abimanyu menyatakan akan menegosiasi ulang layanan transportasi agar jemaah mendapat bus yang lebih layak. Anggito, seusai meninjau pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Kamis (18/10/2012), mengatakan keinginannya agar semua jemaah mendapat bus yang mampu menampung koper jamaah lebih luas. "Saya mau busnya yang menampung koper jemaah di bawah badan bus bukan di atas atap," kata Anggito sambil menunjukkan foto bus yang dimaksud dalam ponselnya. Anggito mengamati pelayanan bagi jemaah sejak kedatangannya di King Abdul Azis Kamis dini hari dan ketika menjemput Menteri Agama RI Suryadharma Ali Kamis malam waktu setempat. Dia juga menyesalkan terbakarnya bus yang mengangkut jemaah dari Madinah ke Mekkah yang seharusnya tidak terjadi karena Muasasah (otoritas pelayanan haji Saudi) dan Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi) sudah berjanji memberikan pelayanan terbaik. Pemerintah Indonesia sudah mengirim surat protes ke Kementerian Urusan Haji Saudi ke Muasasah wilayah Asia Tenggara dan Naqaba atas bus yang terbakar bersama koper jemaah tersebut. Anggito menginginkan pengalihan layanan bus tersebut dari Naqaba ke perusahaan bus Saptco pada musim haji ini juga. "Sedang dihitung konsekuensi pembiayaannya dan jika disetujui, jemaah haji Indonesia musim haji ini juga mendapat bus yang lebih baik," kata Anggito. Pelayanan melalui konsorsium perusahaan bus yang tergabung dalam Naqaba memang memiliki kualitas bus yang berbeda-beda. Sejumlah perusahaan memiliki bus berkualitas pariwisata dengan penyimpanan koper di bagian bawah badan bus, tetapi tidak sedikit yang mengoperasikan bus model lama dengan penyimpanan koper di atas atap bus. Petugas pelayanan Indonesia di Bandara King Abdul Azis Jeddah acap kali tidak mempunyai pilihan, terutama di gelombang kedua kedatangan jemaah saat ini. Agar tidak terjadi penumpukan dan jemaah tidak menunggu lama, bus kualitas apa pun terpaksa digunakan. Naqaba mengoperasikan bus secara bergilir. Jika jemaah Indonesia mendapat giliran bus yang baik, maka kopernya berada di badan bawah bus dengan kenyamanan lebih baik. Jika tidak, kopernya ditaruh di atas atap.
readmore »»  

Kecelakaan di Mekah merenggut nyawa jama'ah haji asal Indonesia

Calon haji Indonesia Safar Masdu Ulang kloter 12 embarkasi Lombok,meninggal di tempat kejadian dalam tabrakan lalu lintas di Jalan Qubri Malik Abdul Aziz, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (18/10/2012) sore. "Jemaah tersebut meninggal di tempat kejadian," ujar Kepala Seksi Pengamanan Daker Mekkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, Jumat (19/10/2012). Safar sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Shisha, Makkah, namun, nyawanya tak tertolong. Menurut keterangan ketua kloter, Safar memang sering lupa jalan pulang ke pemondokannya nomor 201, Sektor 2 wilayah Mahbas Jin, Mekkah. "Jemaah tersebut sudah lebih dari lima kali diantar petugas kembali ke pemondokannya," kata Muchlis. Sementara itu, calon haji kloter 10 embarkasi Ujungpandang Lukman Marsuki Palewan (38), pada hari yang sama, juga tertabrak mobil di jalan saat hendak menuju Masjidil Haram. Jemaah itu tinggal di pemondokan nomor 753 Sektor 7 Daker Mekkah Misi Haji Indonesia. "Lukman tertabrak mobil saat akan menyeberang jalam menuju Masjidil Haram sekitar pukul 11.45," kata Muchlis. Akibatnya, Lukman mengalami patah tulang dan langsung dilarikan ke RS Zahir, Makkah untuk mendapatkan perawatan medis. Pada Sabtu (13/10/2012), Nurjanah (45) jamaah kloter 23 embarkasi Ujungpandang juga menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Calon hajjah tersebut terserempet taksi saat menyeberang jalan di sekitar pondokannya Sektor 9 wilayah Bakhutmah. Nurjanah mengalami luka di bagian kaki. Korban langsung dilarikan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah. "Supir yang menyerempet jamaah haji tersebut orang Bangladesh dan bertanggung jawab. Taksinya pun resmi," tutur Muchlis. Hingga Jumat pagi, jamaah calon haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi tercatat 72 orang, umumnya berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan dari Tanah Air. Sebanyak 18 meninggal di Madinah, satu orang di Jeddah, dan 53 orang meninggal dunia di Tanah Suci Makkah. Sumber : Kompas.com
readmore »»  

Friday, October 19, 2012

Ini Tidak Mungkin! Muhammad Pasti Menggunakan Mikroskop

DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.
Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.
Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :
“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”
Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”
“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor seperti yang termuat di islampos.com
***
“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu'minuun: 13-14]
Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.
Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.
Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.
Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.
Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.
Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar. Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

Baca juga Postingan-postingan berikut ini ya :
Semoga postingan-postingan saya ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kita semua amin. 

readmore »»  

Saturday, September 11, 2010

Salam lebaran

Bulan RAmadhan telah berlalu
hari kemenangan pun telah berlalu juga
untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita yang bergelimang dosa,,
mari kita sambut hari ini dan seterusnya dengan iman dan taqwa d hati kita.
minal 'aidzin walfaidzin
mohon ma'af lahir batin...

bagi siapa saja yang mengenal kami, kami mohon keikhlasan dan kebesaran hatinya untuk memaafkan kami semua...
readmore »»  

Saturday, August 28, 2010

Kisah Pohon Mangga


Pada suatu haari, Imam Syibli sedang berada di sebuah kebun yang subur. Tiba-tiba kedengaran suara memanggil-manggil, “Syibli… Syibli…”
Imam Syibli berhenti dari pekerjaannya sambil mencari-cari, siapakah yang memenggil-manggil namanya. Ternyata suara itu dating dari sebatang pohon mangga.
“apa maumu memanggil-manggil aku?” Tanya Imam Syibli
Makhluk gaib yang menyatu dengan pohon mangga itu menjawab, “ jadilah orang yang memiliki sifat mulia seperti aku.”
“maksudmu?” Tanya Imam Syibli kurang senang.
“Aku jika dilempari orang dengan batu, maka aku akan melempari orang itu dengan buahku yang lezat-lezat.” Kata pohon mangga tersebut.
Imam Syibli menjawab, “ oh…, memang baik hatimu. Tapi mengapa nasibmu tidak baik penghabisannya?”
Kini si pohon mangga menjadi heran atas tanggapan dari Imam Syibli tersebut. Ia pun bertanya, “maksudmu?”
Imam Syibli menerangkan, “kalau engkau sudah tidak ada gunanya lagi, sudah tua, maka batangmu akan ditebang, daun-daunmu akan digunduli, dan dirimu akan dimangsa api sebagai kayu baker.”
Pohon angga itu dengan sedih berkata, “itulah kesalahanku. Aku tidak seperti pohon cemara, yang bisa condong ke barat bila angina bertiup ke barat, dan akan condong ke timur jika angina bertiup ke timur.”
“jadi, mana yang lebih baik, nasibmu atau nasib pohon cemara?” Tanya imam Syibli.
Pohon mangga menjawab “inilah kebanggaan saya. Memang pohon cemara dapat selamat dengan cara begitu, tetapi kalau sudah tua pohon cemara hanya akan roboh begitu saja, dan tidak akan ada yang mengambilnya menjadi kayu baker, apalagi buat arang. Sedangkan aku, meskipun nasibku dibakar orang, namun aku hancur dengan terhormat. Sebab manusia tidak akan sembarangan membakar tubuhku bila tidak untuk memasak atau keperluan lainnya, separti membuat arang, misalnya. Jadi aku masih ada gunanya sampai akhir hidupku. Abu bekas pembakaran diriku pun masih dicari orang untuk menggosok perabotan mereka, karena abuku terkenal mahal, dan dapat membuat barang-barang logam menjadi bersih dan mengkilap. Jadi nasibku lebih baik dari pohon cemara.”
Imam Syibli mengangguk-angguk kepala tanda menyetujui pendapat pohon mangga , lebih baik mati terhormat daripada menjual harga diri dengan bersikap munafik, bersedia mengikuti arus, ke mana pun angin bertiup.
readmore »»  

Tak Ada Kebaikan yang sia-sia

Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.
Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.
Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”
Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.
Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.
Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.
Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan.
Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.
Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.
Baca juga kisah-kisah berikut ini ya :
1. Kisah 25 nabi
2. Kisah pohon mangga dan seorang ulama
3. Kisahn nikmatnya berbagi
4. Kisah inspiratif alfed nobel
5. kisah seorang tukang kayu
Semoga postingan-postingan saya ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kita semua amin. 
readmore »»