Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

Wednesday, December 19, 2012

Albert Einstein





Albert Einstein (lahir 14 Maret 1879 – meninggal 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".

Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang.
Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.
Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc²

Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
'Einsteinhaus' di kota Bern di mana Einstein dan Mileva tinggal (di lantai 1) pada masa Annus Mirabilis Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich. Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

Gerakan Brown

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
readmore »»  

Mental Mahasiswa Kian Memprihatinkan

(Kanan ke kiri). Mantan Wapres RI Jusuf Kalla, Dubes Cina, Liu Jian Chao, Menteri ESDM Jero Wacik, Pendiri Bosowa Corporation, Aksa Mahmud, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan Presiden Direktur Bosowa Energi, Erwin Aksa (kiri), saat menghadiri peresmian PLTU Jeneponto,kemarin.
MAKASSAR – Tawuran dan unjuk rasa anarkistis yang kerap dipertontonkan mahasiswa di Kota Makassar mengundang keprihatinan mendalam Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

JK menilai,unjuk rasa yang disertai pelemparan batu, anak panah,dan pembakaran,hanya dilakukan mahasiswa yang mentalnya sudah rusak. JK juga prihatin dengan bentrokan antarmahasiswa yang berujung pada pembakaran fasilitas kampus, bahkan jatuhnya korban jiwa.

“Tidak ada negara yang mahasiswanya merusak kampusnya. Itu hanya terjadi di Makassar. Siapa yang mengajari menjadi primitif seperti itu? Kalau mahasiswa merusak fasilitas kampusnya, maka akan rusak pula masa depannya,” ujar tokoh perdamaian ini saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unifa di Makassar kemarin. Bentrokan mahasiswa yang berujung pada jatuhnya korban jiwa terakhir terjadi di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 11 Oktober 2012.

Dalam kejadian ini, dua mahasiswa tewas terkena tusukan senjata tajam.Keduanya yakni,Resky Munandar dan Herianto.Yang memprihatinkan,kedua mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Automotif angkatan 2008 itu tewas saat diserang di rumah sakit setelah menjenguk rekan mereka yang terluka. Selain korban meninggal, tawuran juga mengakibatkan 13 mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) terluka. Sebelumnya, pada 20 September 2012, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar angkatan 2008, Ibrahim Rauf, juga tewas saat terjadi tawuran di kampusnya.

Saat bentrokan terjadi, tak jarang fasilitas kampus seperti laboratorium dan ruang belajar tak luput dari sasaran amukan, baik dengan cara dirusak maupun dibakar. Kasus kerusakan yang terjadi akibat unjuk rasa anarkistis juga sudah tak terhitung.Selain kerap menyandera dan merusak kendaraan, terutama kendaraan dinas, mahasiswa juga sering menutup jalan sehingga menimbulkan kemacetan yang berakibat pada kerugian ekonomi.

JK mengatakan, citra Kota Makassar di tempat lain terlanjur dilekatkan dengan unjuk rasa yang rusuh.Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini menyebutkan,jika ada berita kekacauan dan kerusuhan di media TV, sebagian besar terjadi di Makassar. Dengan menggunakan filosofi Bugis-Makassar, JK mengajak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang elegan dan bermartabat. Dia meminta mahasiswa tidak menganut prinsip pa’bambangang na tolo yang dalam bahasa Makassar kurang lebih berarti emosi yang dilampiaskan dengan cara yang tidak rasional.

Sebagai kaum intelektual, kata dia, seharusnya mahasiswa menganut prinsip pa’bambangang na macca yang berarti emosi yang disalurkan secara rasional dan intelektual.“Kampus harus membuat mahasiswa pintar,bukan sebaliknya,”ujar pria kelahiran Watampone, Bone,ini. Dia menyayangkan aksi kekerasan mahasiswa karena berakibat pada kerugian masyarakat. Olehnya itu,Kalla berharap cara-cara seperti ini harus bisa segera ditinggalkan. JK kemudian memberikan contoh saat dirinya menjadi aktivis mahasiswa.

Saat itu, kata dia, mahasiswa juga kerap dibakar emosi,namun mahasiswa melampiaskannya dengan mengkritik penguasa. “Mental harus diperbaiki. Belajar memimpin itu bisa dimulai dari dalam kampus. Kami dulu sebagai aktivis, kritis, tapi tak pernah merusak,” pungkasnya. Terpisah,Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof Halide berpandangan, apa yang dilontarkan JK itu sangat sesuai dengan fakta. Dia juga menilai apa yang dilakukan sebagian mahasiswa saat berunjuk rasa sudah keluar dari jalurnya.

Halide mengatakan, sebagai kaum intelektual, setiap terjadi masalah, langkah yang terlebih dulu dilakukan adalah mengidentifikasi apa penyebabnya, kemudian mencari solusi untuk menyelesaikannya. “Intelektual itu memakai otak, bukan otot.Yang banyak terjadi di Makassar,aksi mahasiswa itu sporadis dan tidak jelas.Ini cenderung merugikan masyarakat, yang katanya dibela oleh kaum intelektual itu sendiri,”ujar dia.

Pernyataan JK terkait mental mahasiswa ini mendapat tanggapan kalangan kampus. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Iqbal Sultan menilai,dibandingkan dengan mahasiswa daerah lain, mahasiswa Sulsel khususnya Makassar memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.Itulah yang menurut dia menjadi kelebihan mahasiswa Makassar dibanding daerah lain. “Dari sisi aksi,mahasiswa kita lebih ‘wah’ pada setiap aksinya,” kata Iqbal, saat dimintai tanggapannya mengenai aksi mahasiswa Makassar terkait dengan pernyataan JK,kemarin.

Menurut Iqbal,di setiap daerah mahasiswa memiliki karakter tersendiri. Karakter peka dan sensitif mahasiswa Makassar kadang berimbas pada gerakan yang dilakukan.Kadang mahasiswa sudah bergerak turun ke jalan,padahal itu belum seharusnya dilakukan. “Kadang-kadang adik-adik mahasiswa dalam aplikasi kepekaan dan sensitivitasnya itu overactive dalam gerakannya,” papar dosen Ilmu Komunikasi ini. Sehingga, lanjut dia, sikap overactive inilah yang kemudian merugikan mahasiswa sendiri.Pencitraan mahasiswa di mata publik jadi rusak.“Nah, akibat alasan-alasan itulah mungkin, saya mengatakan mungkin,sehingga Pak JK melihat itu seperti di luar kontrol,” kata Iqbal.

Aksi yang di luar kontrol itulah yang kemudian merusak citra mahasiswa.Apalagi jika aksi itu ter-blow up oleh media massa. Dia menyarankan, sebaiknya dalam aksinya mahasiswa lebih bijak dan selektif menanggapi isu,termasuk yang membutuhkan gerakan serentak.“ Kalau mengenai BBM, oke. Saya kira semua mendukung itu.Tapi, kalau hanya masalah SPP di kampusnya yang kemudian turun ke jalan, menutup jalan,kantidak bagus juga. Kalau soal SPP,demonya di kampus saja,”kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, selain pemetaan isu gerakan, hal lain yang bisa dilakukan pengelola perguruan tinggi adalah memaksimalkan energi mahasiswa ke hal-hal akademik. Berlebihnya energi mahasiswa seharusnya diarahkan untuk kegiatan akademik. “Dosen harus memberikan banyak tugas-tugas akademik sehingga dengan sendirinya mahasiswa akan terarah yang disibukkan dengan kegiatan akademik. Itu yang lebih utama,” kata dia.

Kepala Humas Universitas Muslim Indonesia (UMI) Nurjannah Abna mengatakan, untuk mengantisipasi mahasiswa yang melakukan tindakan anarkistis, baik di dalam kampus maupun di luar kampus,pihaknya memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada setiap fakultas yang langsung dikoordinasikan dengan wakil dekan III. Khusus untuk pemberian sanksi kepada oknum mahasiswa yang bertindak anarkisme, pihak rektor melalui setiap dekan fakultas akan memberikan sanksi tegas.

Untuk memberikan sanksi, lanjut Nurjannah, harus melalui beberapa tahapan dan telaah. Kalau pun nantinya dari hasil telaah oknum mahasiswa dinilai melanggar kode etik, maka oknum mahasiswa tersebut dengan terpaksa harus dipulangkan ke orang tuanya alias dipecat.
readmore »»  

Friday, December 14, 2012

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Mempekerjakan Baby Sitter

Tidak sedikit orangtua yang membutuhkan jasa pengasuh karena mengurus anak bukanlah sesuatu yang mudah, terutama jika si kecil masih bayi atau balita. Terlebih lagi bila Anda sibuk bekerja. Namun, Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menerima seorang babysitter atau nanny demi kenyamanan Anda dan keluarga. Apa saja yang perlu diperhatikan? Simaklah lima hal berikut seperti yang disarankan oleh Anna Surti Ariani, seorang psikolog anak dan keluarga.

1. Penampilan
Sebelum menetapkan seorang babysitter, Anda perlu memperhatikan penampilan si calon pengasuh anak. Lihat bagaimana dia menjaga kebersihan dirinya karena itu akan mempengaruhi kesehatan anak nantinya. "Terlihat bersih dan terlihat rapi menunjukkan bahwa dia memperhatikan kebersihan dirinya dan akan memperhatikan kebersihan anak juga," papar Anna Surti Ariani yang akrab dipanggil Nina saat berbincang dengan wolipop di Medicare Clinic, Menara Kadin, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (22/11/2012).

2. Jawaban Wawancara
Hal kedua ini sangat penting dicermati karena jawaban calon pengasuh akan menunjukkan sikap dia ketika bekerja. Berilah dia berbagai pertanyaan sederhana, tapi bisa menunjukkan caranya menyikapi anak. Hindari pula pertanyaan yang menuduh, seperti 'kamu marah nggak nih kalau anaknya rewel atau ngambek?' supaya dia merasa nyaman. "Dari situ sebenarnya kita bisa menilai apakah si calon babysitter ini cukup mampu mengendalikan emosinya atau dia cenderung emosional," tambah wanita kelahiran 10 April itu. Kemudian, wawancaralah dua sampai tiga pengasuh anak supaya bisa membandingkan jawaban mereka serta mendapatkan pengasuh yang sesuai harapan.

3. Intuisi
Intuisi juga penting diperhatikan karena akan mengarahkan Anda menuju hal yang positif. Anda perlu meyakinkan jawaban hasil wawancara dengan perasaan sendiri. "Intuisi itu seringkali mengarahkan, tapi sisi ilmiahnya (logika) tetap perlu ada," tambah Nina seraya tersenyum.

4. Pendapat dari Orang Lain
Yakinkan kembali bahwa babysitter memang orang yang tepat dengan meminta pendapat dari orang lain, seperti pasangan atau orang terdekat. Akan tetapi, tetap mempertimbangkan hati kecil Anda. "Minta masukan juga, misalnya dari pasangan kita, suami, atau dari orang tua kalau mereka mau menilai, kadang-kadang kita mesti memperhatikan logika, tapi kita juga memperhatikan intuisi," sarannya lagi.

5. Kenali Lingkungan Tempat Tinggal Babysitter
Setelah memilih babysitter, Anda perlu kenal dengan lingkungan keluarga atau tempat tinggalnya untuk mengetahui pribadi sesungguhnya. Bila dia punya pacar atau suami, minta kenalkan pada Anda. Hal ini untuk menciptakan kenyamanan antara Anda dan pengasuh, serta mencegah perilaku negatif yang bisa mencelakakan si kecil
readmore »»  

Lampu Pengusir Kantuk

Jakarta, Kopi terbukti paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk. Namun efek samping kopi kurang disukai para pengendara mobil karena bikin beser dan harus sering-sering berhenti mencari toilet. Alternatifnya, pasang saja lampu biru di kabin.

Para ilmuwan di Universite Bordeaux Segalen baru-baru ini membuktikan nyala lampu berwarna biru sama manjurnya dengan efek kafein dalam kopi dalam mengusir kantuk. Tentunya tanpa disertai beser atau sering buang air kecil seperti yang terjadi usai minum kopi.

Temuan ini diharapkan bisa menginspirasi desain mobil atau kendaraan yang lebih aman di masa mendatang. Dengan memasukkan lampu berwarna biru sebagai bagian dari desain interior mobil moderen, maka angka kecelakaan akibat pengemudi mengantuk diharapkan akan berkurang.

Eksperimen terhadap 48 pengemudi yang menempuh jarak 400 km menunjukkan, tingkat kesalahan yang dilakukan pengemudi berkurang berkat lampu biru. Pelanggaran marka jalan dilakukan 15 kali oleh pengemudi yang terpapar lampu biru, 13 kali pada pengemudi yang minum kopi dan 26 kali pada pengemudi yang tidak mendapat apa-apa.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini membuktikan bahwa warna biru bisa meningkatkan kewaspadaan dengan merangsang sel-sel ganglion retina. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/11/2012), sel-sel tersebut terdapat pada retina yakni lapisan yang terletak di bagian belakang bola mata.

Sel-sel ganglion retina tersebut juga terhubung dengan saraf-saraf kesadaran. Oleh karena itu, rangsang di bagian ini bisa menungkatkan sekresi atau pelepasan melatonin yakni hormon yang membuat orang bisa terjaga dan tetap awas sepanjang malam.

Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sepertiga korban kecelakaan di jalan raya berhubungan dengan rasa kantuk. Gara-gara mengantuk, pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, kemampuan refleks dan persepsi visual dalam arti penglihatannya menurun.
readmore »»  

Thursday, December 13, 2012

Sekolah Hanya Menghasilkan Pengangguran Terdidik

Bob menyebutkan sistem pendidikan yang ada sekarang ini banyak menghasilkan orang-orang yang arogan yang merasa pintar, namun tidak punya keterampilan dan kompetensi melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan untuk membuat Indonesia maju dan sejahtera.
JAKARTA, RABU- Pendidikan vokasional atau kejuruan kepada generasi muda harus diprioritaskan demi perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengoptimalkan kekayaan alam negara ini untuk kemakmuran masyarakat.
Untuk itu, pendidikan yang berlangsung di sekolah-sekolah mesti berubah dari yang selama ini cuma bertujuan membuat peserta didik tahu juga mengajarkan kompetensi yang memang dibutuhkan dalam kehidupan di masyarakat dan dunia kerja.
"Pendidikan di sekolah itu bukan segala-galanya sebagai faktor sukses dalam kehidupan. Perlu dipahami juga bahwa pendidikan itu jangan dimaknai secara sempit dengan belajar di sekolah saja. Ini bukan berarti kita antisekolah. Tetapi yang harus dipikirkan bersama adalah sekolah seperti apa dan bagaimana yang mampu menghasilkan orang-orang yang tahu dan bisa sehingga sistem pendidikan kita justru tidak semakin menambah jumlah pengangguran terdidik," kata pengusaha Bob Sadino di Jakarta, Rabu (27/8).
Menurut Bob yang menaruh perhatian pada pengembangan pendidikan kejuruan, spirit pendidikan yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan itu sudah tercermin dalam sekolah menengah kejuruan atau SMK. Pengembangan SMK tidak semata-mata berhenti menghasilkan tenaga kerja siap terampil yang memang dibutuhkan negara ini.
Dengan bekal keterampilan yang didapat dari pengalaman-pengalaman bersentuhan dengan kehidupan di luar dinding kelas kepada peserta didik, mereka nantinya harus mampu menjadi wirausahawan dan profesional yang dapat diandalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Bob menyebutkan sistem pendidikan yang ada sekarang ini banyak menghasilkan orang-orang yang arogan yang merasa pintar, namun tidak punya keterampilan dan kompetensi melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan untuk membuat Indonesia maju dan sejahtera.
"Coba lihat, berapa banyak ahli dan sarjana pertanian di negara agraris ini yang justru jadi pengangguran. Ini karena mereka tidak bisa bagaimana mengerjakan pertanian itu karena sudah merasa cukup puas dengan teori-teori saja," kata Bob yang mendukung pengembangan kualitas pendidikan kejuruan lewat Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3KI).
Seperti terungkap dalam Laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas.
Sementara itu, pengembangan SMK yang dilakukan Deparetemen Pendidikan Nasional terus ditingkatkan menjadi SMK bertaraf internasional. Untuk itu, investasi yang dikeluarkan jauh lebih besar, apalagi untuk sekolah kejuruan yang membutuhkan banyak praktik.
readmore »»  

Wednesday, November 7, 2012

Pahlawan yang terabaikan

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Umar Bakri
Profesor dokter insinyurpun jadi
(Bikin otak orang seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri
Seperti dikebiri

Lirik lagu di atas cukup menggambarkan nasib para guru-guru di negri kita ini.
Meski pengabdian mereka sangatlah menentukan kemajuan bangsa ini namun kesejahteraan mereka seringkali terabaikan.
Pemerintah yang seharusnya menjamin kesejahteraan meraka sekarang malah sibuk saling tuding masalh Hambalang, hakim pengguna narkoba, KPK VS POLRI dan lain-lain.

Kalau saja pemerintah lebih koopratif terhadap para pahlawan tanpa jasa ini mungkin negara kita bisa maju dan berkembang seperti negara-negara lain.
masih inagtkah kita pada zaman dahulu Malaysia mendatangkan warga negara Indonesia ke negara mereka untuk menjadi pengajar / guru di sekolah-sekolah di negara tersebut.
Namun zaman sekarang kita datang ke malaysia hanya untuk menjadi pembantu rumah tangga semata.
hal ini dapat menunjukan bahwa negara yang dapat berkembang dan maju adalah negara yang sangat memperhatikan pendidikan dan kesejahteraan guru-gurunya.

Tak ada kata terlambat untuk berubah, mari kita dukung perjuangan para guru-guru kita agar Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain. 



readmore »»